Dokter Internship

After more than six months of hiatus I am back! If any of you wonder (only if any), what caused months of hiatus? Jawabannya adalah, as I mentioned in my previous post, karena saya jadi dokter internship di daerah perbatasan, Anambas to be exact hehe. Mana itu Anambas? Pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan orang-orang tiap kali cerita tentang internship. Ini dia peta Anambas:

Yak betul sekali, itu ada di tengah-tengah laut cina selatan haha. Merupakan daerah TPK (terpencil, perbatasan, dan kepulauan). Disana gw ditempatkan di 3 pulau dengan 3 fasilitas kesehatan yang berbeda, Puskesmas Tarempa, RS Lapangan Palmatak, RS Bergerak Jemaja. Tiga pulau, walau satu kabupaten, kondisinya beda-beda.

Pertama kali dateng, gw ditempatkan di Puskesmas Tarempa. Tarempa adalah ibukota kab. Anambas itu. Walaupun ibukota jangan bayangin anywhere near big city. If anything could describe, it’s smurf village that describes Tarempa best. Jalanannya kecil, cuma muat satu mobil. Bentukan geografisnya bergunung-gunung, jadi jangan harap akan banyak mobil apalagi lampu merah. Mobil disana bisa diitung pake jari. Yang punya mobil cuma pak bupati, ambulans puskesmas, 1-2 mobil pick up punya juragan kelontong, sama satu mobil unknown pejabat yang ga pernah dipakai haha. Bank yang ada cuma BNI, BRI, BSM Mandiri, dan Bank Riau. Penduduknya banyakan melayu, chinese, ada juga sih orang jawa beberapa. Begitu sampe sana, gw langsung was-was karena diwanti-wanti harus sabar ngadepin penduduk asli sana. Ternyata benar saudara-saudara. Bukan maksud men-generalisasi, rata-rata orang melayu laut punya watak keras, suka-suka doi sendiri, ngototan. Ya Tuhan adu urat udah sering banget sih heuheu tapi ya namanya penyesuaian mesti akan ada clash dan a lot of venting hehe. Tapi orang puskesmasnya baik-baik banget, super baik, dan paling bikin kangen. Kita diterima udah kayak keluarga sendiri. I learned a lot from them, and yet, I owe them so much. However, walaupun ibukota dia ga punya RS. Satu kabupaten itu RSnya ada di pulau yang berbeda. Jadi, kalo mau ngerujuk pasien, harus pake speedboat atau puskel, puskesmas keliling. Sampai di pulau sebrang, gak langsung nyampe RS, mesti lewat jalan darat dulu yang naik turun. It was one hell of a ride buat pasien yang kondisinya pasti lagi ga optimal. Selain merujuk, gw juga ikut penyuluhan ke pulau-pulau kecil di sekitar pulau ibukota. Naik speedboat dong pastinya. Seru abis!

Beda pulau, beda cerita. Tempat gw yang kedua adalah RS Lapangan di pulau Palmatak. Hadoh, kalo dipikir-pikir disana hidup yang paling sengsara. Bayangin, listrik cuma nyala dari jam 5 sore sampe 7 pagi (itu kalo tepat waktu, seringnya engga). Di pulau itu, no ATM, makanan ga banyak pilihan, lebih mahal, dan pasar juga ga banyak pilihan, sinyal cuma GPRS (men, di era smartphone lo cuma dapet sinyal GPRS!). Kalo mau dapet pilihan ikan (yes, ikan, ayam ga dijual bebas bok) yang banyak, mesti dateng jam 5 pagi. Telat dikit, selamat anda gagal masak hari itu dan harus beli. Pernah waktu itu lagi musim angin utara, which is itu waktu dimana kapal-kapal kecil stop berlayar, termasuk kapal perintis yang ngangkut sembako. Musim angin juga nelayan gak banyak yang melaut, jadi stok ikan dikit. Bayangin, waktu itu stok telur ayam keputus hahaha, di pasar gak ada yang jual telur. Yang jual cuma satu/dua peternak ayam dan jadinya muahal minta ampun. Satu keret gitu bisa 100rbu. Matiiiiiii. Trus, karena ga ada ATM setiap mau ambil duit mesti nyebrang ke Tarempa. Seringnya naik pompong security perusahaan Connocophilips. Kenapa namanya pompong? Karena bunyinya pompompong hahaha mbuh piye pokokmen ngono. Pernah lagi waktu itu kita habis gajian, mau setor ke bank. Berangkat naik pompong pagi, taunya di tengah jalan, eh tengah laut, mogok. Mati banget gak tuh bawa duit trus mogok. Orang-orang sana sih pada jago berenang di laut, lah gue? Pas itu udah mikir aja, kalo orang-orang ngerampok gue, trus mereka kabur berenang, nangis deh gw di pompong hahaha bodoh pikiran panik. Enaknya di palmatak ada bandaranya. Disana kita bisa numpang naik pesawat perusahaan yang direct flight ke jakarta. Gratissss. Paling bayar calo aja sih tapi itu udah ngehemat biaya sampe dua jutaan buat sekali pulang. Pas selesai tugas di matak, rasanya bahagia banget, terharu sendiri ternyata bisa ya gw tahan di tempat begitu :’)

Laluuuu pulau terakhir, yaitu pulau Jemaja. Ih sumpah, ini pulau buat bed rest. Udah pasiennya ga terlalu banyak, jadwal jaga fleksibel, pulaunya baguuussss banget, makanan murah-murah. Jadinya hampir tiap minggu kita jalan-jalan haha. Bahkan pas lagi disana gw ijin 3 minggu buat ke Jepang :p ulala banget. Di pulau ini banyak dokter ptt, yang kebanyakan dari UGM juga (yay!). Hampir tiap malem kita punya acara, mulai dari badminton, nonton “bioskop”, sampe karokean haha. Disana sering banget makan hiu. Dan emang betul ya hiu itu enak banget apalagi siripnya. Hiu mulai dari dibikin gulai, dipepes, dipanggang, dibikin gorengan udah dijabanin. Hadooohh enak banget. Mau kepiting tinggal dateng ke penangkarannya. Dan pastinya murah banget bangetan.

Hm, intinya selama setaun kemarin banyak banget pengalaman, gak akan habis kalo diceritain dalam satu blog. I thank God I was destined to be there, even for only a year. Gw banyak ketemu orang dan pengalaman, yang mana dari mereka I learned so much things. There were days of venting, of course, but it  was part of the process. In the end, gw merasa sangat bersyukur bisa kesana. Now I know, I can go extra miles to the place I’ve never known before. By going extra miles it means you’re going out of your comfort zone. And by going out of comfort zone it means you’ll get to experience unexpectable things you’re going to remember your whole life (and things you’ll get to tell to your grandchildren one day!) So, don’t be afraid to go extra miles!!

The sunset you can easily enjoy by the puskesmas

The sunset you can easily enjoy by the puskesmas

salah satu jalan di Tarempa

salah satu jalan di Tarempa

mirip Maldives kan?

mirip Maldives kan?

sama para residen tukang jalan-jalan

sama para residen tukang jalan-jalan

ala Dunhill 40 cuts. Habis mancing langsung bakar

ala Dunhill 40 cuts. Habis mancing langsung bakar

Hiu hasil mancing!

Hiu hasil mancing!

IMG_2707[1]

and it’s us 🙂

Advertisements

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s