Palestinian and Sulawesian

It’s been awhile since the last time I updated this blog, and what, this is 2012 already? Whew, time really does fly!

Ok, I’ve been wanting to write about my latest trip to Europe six months ago (it’s been awhile, I know) but I never got the chance to sit and write, almost every minutes of my leisure time I spent for sleeping, watching movies, going out, and keeping up with today’s pace of life haha silakan muntah.

Baiklah, gue mau cerita tentang gue dan dua sekawan gue yang banyak ditolong orang disana. Pertama waktu di Belanda. Ceritanya itu kami tiga sekawan astar, vici, dan yaya mau ngejar kereta ke Groningen dari Amsterdam. Hotel kita di daerah Leidesplein (cmiiw, lupa tulisannya) which is kalo mau naik kereta mesti ambil tram buat ke Amsterdam Central Station. Sialnya adalah, hari itu, pas banget hari itu, dan cuma hari itu aja, seluruh tram di Amsterdam tidak beroperasi alias lagi MOGOK KERJA. Ya nasib ya salam. Masalahnya kita harus dapet kereta pagi/siang itu karena kita mesti ngejar daftar ulang active participants ISCOMS di Groningen sebelum jam 5 sore, sedangkan Amsterdam-Groningen sendiri makan waktu 2,5 jam. Yang juga bikin repot adalah kita dititipin semacem sapu homemade sama si temen kita di Indo sebut saja zulrahman, yang mesti dikasihin ke om kenalan kita disana. Itu sapu jelas ga mungkin dibopong sampe ke Groningen, jadi kita either mesti paketin atau terpaksanya titip si mister yang punya hotel tempat kita nginep.

barang bawaan kita

 

Mulailah kita nyari DHL, FedEx, atau sebangsanya buat ngirim sapu. Pas udah girang nemu jasa pemaketan barang, ternyata barangnya ditolak sama doi. Katanya melebihi batas ukuran barang yang dia bisa kirim. Hadaaaah temen gue emang ada-ada aja bikin sapu kenapa mesti tinggi banget. Since we didn’t have much time, akhirnya kita titip ke mister-yang-punya-hotel, dengan modal ninggalin nomer kontak kita. Yes, urusan sapu beres. Kembali ke urusan gimana cara kita sampe ke Amsterdam Central bawa barang segitu banyak selain pake tram. First idea that came up is pake bis. Kita tongkrongin deh itu bus stop terdekat. Usut punya usut ternyata bis juga sama aja, mogok kerja. Mereka cuma beroperasi di jalur Amsterdam-luar kota, buat dalam kotanya sendiri ya itu tadi, mogok kerja. Shit man. Masa naik taksi sih, mahal gila. Baru dua hari di eropa masa duit langsung tipis kan ga lucu. Lagi bingung-bingungnya di bus stop, tiba-tiba ada bapak-bapak muka arab dateng nyamperin gue:

Bapak tampang arab (BTA): “Assalamualaikum, what can I do to help you?”

Gue bertampang bingung: “Hah? Waalaikumsalam (kaget dong jarang-jarang disapa salam di negri Londo). We’re wondering, is there any bus today can take us to Central Station? We used to take tram, but you know, no tram for today”

BTA: “Are you Palestinian?”

Gue: “No, I’m Indonesian”

BTA: “Ooh Indonesia, I’m from Yaman, come here you can take mine.. bla.. bla.. bla..”

Ya pada intinya si bapak itu nawarin, nyuruh malah, kita naik bisnya dia aja setelah dia tau gue sama-sama muslim dan dikira orang Palestina. Ternyata dia adalah supir bis Hop On Hop Off, bis untuk para turis yang mau city tour keliling Amsterdam. Dia nawarin buat nganter ke Central Station gratis-tis-tis-tis. Subhanallah ya hehe. Ga pikir dua kali kita langsung ngeiyain, ambil barang, trus capcus ke tempat janjian sama si bapak tadi. Akhirnya sampailah kita dengan selamat sentosa ke Central Station gratis, plus bonus city tour Amsterdam pastinya hehe.

Museumplein, tempat janjian sama bapak supir arab

Kedua, pas di Groningen juga gitu. Mau balik ke Amsterdam ambil kereta paling pagi, lagi nungguin bis buat ke train stationnya eh ada taksi berhenti, nawarin (tapi terkesan maksa) kita ikut dia. Dasarnya gue ga percayaan sama orang, gue ga mau. Tapi vici malah pengen naik. Yaudahlah kita naik, ngobrol-ngobrol dalem taksi ternyata dia orang sulawesi yang lama tinggal di Belanda. Maaaaaannnn hahaha. Nyambunglah dia ngobrol sama vici yang juga pernah tinggal di sulawesi. Rejeki emang ga kemana,tarif taksinya didiskon dong haha dari harusnya 8 euro jadi cuma 6 euro. Alhamdulillah, lumayaaaaan ga sih hehe

Mejeng duyuu depan medical centernya Groningen

Moral of the story, emm apa ya. Gue sendiri amaze dengan kejadian-kejadian itu, alhamdulillah ada aja bantuan yang ga disangka-sangka saat lagi butuh. Siapa sih yang expect bakal ketemu supir bis orang Yaman disana? atau supir taksi orang asli sulawesi? Yang jelas teori gue sih masih sama dari dulu, berbuat baiklah banyak-banyak, karena lo ga bakal tau di belahan bumi mana lo akan kesusahan dan mengharap pertolongan.

Bersambung nanti deh ke cerita euro trip gue yang lebih seru lainnya!

Why Europe?

You might get bored everytime I talk about my dream to live in Europe for a year or two haha. I’ve been obsessed to come back there since the very first time i landed on my feet on Schiphol airport in June. Yes, thanks to God Almighty I had an opportunity to present my research in front of some outstanding cardiologists in Groningen (!!!!), also attending breathtaking lectures presented by awesome professors (one of them I knew from lecture I got in college, he discovered viral role in cervix cancer!). That was such a new experience for me. I got some new perspectives for my future career, got so many great new friends from different countries whom their efforts awe me a lot, also I started to fall in love with the ambience of Europe haha. I don’t know what is it exactly, but once I get there, I want to come back for more, for a longer acceptable period hehe. Since I and my family are not kind of rich people, I gotta put more efforts to live my own dream. I’m planning to take master program somewhere in Europe (Netherlands is my top priority) through a scholarship program after I finish this whole clinical rotation-ukdi-internship thingies. Since we ought to going extra miles for every dreams we pursue, it won’t be a harm if I start planning now, rite?

dreamed a little dream of you

What’s more confusing in the morning than being able to remember every plot in your dream and knowing that the only person in it is.. SUTBYOO? And what’s more confusing than having that person’s appearance in your dream three days in a row?
As much as I wanna know the meaning (which I know that would lead me into another emotionally unstable state of mind), I also just wanna keep it to myself, leave it unexplained. Explanations somehow could be karma’s best friend, a bitch as well.
Well, I don’t know exactly what you’ve been done, but you left some space that couldn’t be occupied by anything, or anyone. To me, it wouldn’t be a problem. I would find a key, to keep it locked. To leave it unopened until unidentified period of time. I have no idea how it ends, whether reopen it or even just throw it away somewhere. Time goes by, people change. Anything can happen.
Pardon me for being such an obtuse in this kind of business.

Rangkuman cerita koas

Ih judulnya resmi amat ya haha. Yaudah lah dengerin aja deh daripada protes. Jadi cukup lama juga ya ga nulis di blog nggg maklum sih baru buka lembaran baru jadi koas. Iya koas, yang disuruh-suruh itu lho. Yang kompetensinya cuma nunggu. Yang serba salah itu lah pokoknya.

Gue baru 4 bulanan jadi koas. Baru lewat 3 stase sih, yang mana itu adalah saraf, kulit&kelamin, sama yang baru ini terakhir kemaren bedah (uuww bedah uwww). Each station has its own type, mau staffnya, residen-residen gantengnya *eh*, cara kerjanya, mbak-mbak administrasinya, cleaning servicenya, dan lain-lainnya. Yuk coba dipratinjau (don’t ask me what in the world that word means)

 

Saraf

Termasuk salah satu ilmu favorit, karna banyak anatominya hehee maksudnya gausah ngulang belajar banyak-banyak gitu. Di stase ini lo bakal terancam dapet A hahaha. Yaiyalah gimana ngga sih, residennya baiknyaaa minta ampun. Mengajar tanpa dikejar. Maksudnya kalo minta tentiran kita ga repot ngejar-ngejar. Staffnya rata-rata super murah hati kalo ujian, refleksi, tutorial. Ada tiga staff yang jadi legenda trio macannya saraf. Dan entah gue lagi sial apa gimana, staff penguji gue adalah salah satu dari trio macan itu. Sebut saja dr. Kece, Sp.S. Emang kece banget kok, gahul gila dandanannya sampe salah satu tekad gue pas ujian adalah gue ga boleh kalah kece sama doi. Jadilah kemaren ujian dengan kostum terbaik. Alhamdulillah ternyata ujian gue mematahkan mitos-mitos kakak kelas kalo ujian sama beliau mesti berulang kali hihi sun sayang dulu ah buat dr. kece. Ilmunya banyak nih di saraf. Ah seneng lah pokoknya pas saraf, jaga malem sampe pagi ya hayuk aja dijabanin karena ga bakal nganggur melompong sia-sia.

 

Kulit & Kelamin alias DV

Stase ter gak-gak-gak kuaaaat. Ampun deh. Those Ujud Kelainan Kulit are so not my thing. Setengah hati banget pas stase ini. Pertama, gue ga suka ilmunya (yeah pilih-pilih banget sih lo jadi koas, star). Ngapalin UKK satu-satu itu ngga asik banget. Gabisa dinalar gitu lho maksudnya, ga apal ya bye-bye. Dua, syaratnya ribet. Administrasi emang musuh utama koas. Tiga, kodiknya bikin sesek napas. Bukan, bukan, bukan karena ganteng atau adorable. Kebalikannya, dementor banget. Bayangin nggak sih ada orang yang ngomongnya aluuuus banget njawani, tapi kata-katanya nusuk pol sampe nembus ke belakang, balik lagi nusuk dari belakang ke depan. Nah tu doi tuh kalo ngomong gitu. Kalo residennya sih yaa gitu deh. Cewe-cewe, bening-bening, demenan cowo-cowo. Koas cewe tinggal melipir aja. Ujiannya ya oke sih, pake slide-slidean jadi ga ada ketemu dosen gitu. Ya bagus lah nambah ribet hidup kalo mesti nyari-nyari staff yang kayak ninja pergerakannya.

 

Bedah!

Uwooo ini stase besar pertama. I can say this one is also my favorite. Gue suka banget kalo banyak tindakan, banyak liat ini liat itu, jadi ilmunya tuh berasa banget ga cuma imaji antara ada apa nggak di otak. Dulu pas masih muda belia di kuliahan belajar jait pake kulit karet lengket-lengket iyuh keras banget kayak wajik, sekarang pake kulit beneran (oh-so-wow!). Dulu tau colok dubur cuma diawang-awang aja udah jijik gitu, sekarang udah tinggal main colok, puter sana sini, ahli banget kayaknya haha (ahli colok dubur kok bangga ya?). Dulu pasang kateter pake manekin pen*s palsu panjangnya susah bener, sekarang sambil merem bisa hahaha. Yang agak-agak gimana gitu disini mbak administrasinya. Mesti ati-ati lah kalo ngomong sama mbaknya. Karena, kekuasaan mbaknya ini melebihi kekuasaan prof disana haha.

Asik lah pokoknya bedah. Bosen? Mau cari residen eye candy? BUANYAAAK hahaha. Trus juga, kata temen-temen gue yang cowo, perlakuan residen ke koas itu gender-based banget. Koas cewek di bedah paasti selamat. Ini curhatan temen gue yang waktu itu sama-sama gue di poli tindakan. Di poli itu residennya nyuruh gue ambil papilloma (semacem kutil tapi yang ini ukurannya giant) di kepala. Gue rada setengah takut gitu sih abis ini kepala men walaupun di luar kulit hampir dipastikan tetep berdarah-darah. Tapi karna si residen ini maksa, yaudah lah nekat aja gue kerjain, toh ada residennya juga yang mandu. Pada akhirnya sukses lah. Trus begitu ada tindakan kedua, gue mundur buat gantian sama temen gue ini. Tapi nyatanya menurut dia, dia dicuekin abis-abisan. Dianggep nggak ada. Padahal dia udah nongol deket dokternya buat ditawarin hahaha kasian bener sih. Jadi ya, wahai para cewe, pinter-pinter lah mengambil kesempatan di bedah. Baik-baik lah ke residen, aktif bertanya tapi jangan jadi whore attention, insya Allah dikasih tindakan macem-macem hihi.

OH, OH, OH satu lagi. Yang bikin surprise di bedah. Staff penguji gue tidak lain tidak bukan adalah dokter favorit gue selama S1 karena ke-cool-annya, seorang dokter ortopedi yang maniak motor gede, yang bajunya selalu item, yang aksesorisnya semua Harley Davidson, yang kalo jadwal dia kuliah semua cewe langsung maju ke depan aaaaaaaa. Begitu dikasih tau gue ujian sama doi rasanya like a G6. Gemes Gemes Gemeter Gengges Gimana Gitu. Yang heboh tentu saja bukan gue, tapi temen-temen gue hahaha karena mereka tau gimana gue heboh banget kalo cerita tentang dokter itu hihi. Untuuung ujiannya lancar, gue banyak berdoa semoga ngomongnya ga belibet, semoga ga tiba-tiba gue nge blank karena face to face sama dia haha. Yelah lebay juga ya dipikir-pikir (nah itu sadar!). Pokoknya bedah asik asik asiiikk superrr.

 

Ya segitu deh cerita 3 stase yang udah lewat. Yang didapet banyak. Tapi yang paling dirasa dari sekian banyak yang didapet adalah: RASA MENYESAL. Penyakit bosenan gue kambuh-kambuhan. Nyesel banget kenapa ga diseriusin dari mulai awal stase itu, kan kalo diseriusin dapet lebih banyak. Soalnya, kalo udah lewat satu stase itu ya berarti lo adalah dokter umum yang kompeten menangani keluhan stase itu. Kalo udah lewat saraf, berarti orang ngeluh vertigo harusnya udah bisa tau obatnya ini itu. Tapi gue ngerasa belom maksimal aja. Nah, jadi yang masih koas atau belom koas, manfaatkanlah waktu koasmu baik-baik ya. Gausah banyak ngeluh, diikutin aja semuanya. Buat gue, mumpung masih 3 stase, jangan sampe nyeselnya berkepanjangan sampe selese koas ntar deh…

 

 

Spitting

Geez people, I’m tired of the way you think I might do wrong and manipulate the way things work. I might sometimes have a sceptical thinking platform, frequently misdiagnose something, doing awkward things, and so on you could name it, but don’t you dare thinking I’m such a dumb who try to get off of the track. Really people, don’t you feel too old to sweat those small things?

Fighting for air

(In the middle of DV cases study)

Let’s face that we can never expect life to be simple. It’s basically not. I’d rather keep searching for a bliss in every ups and downs than just sitting quietly for a bliss to come over. I don’t mind to get through the pains. If I were about to let go of something, I also don’t mind. It’s just… I’m asking You, God, for myself to be strong..

Things I wanna do before 30th

Inspired my amirah’s blog, I’m trying to list what I wanna do before getting old

1. Get my master or doctoral degree somewhere in europe!

2. Get a diving license

3. Go to Raja Ampat, Bunaken, Tanjung Bira, anywhere with some cool diving spots

4. Be able to cook haha. I really have no idea how to mix the ingredients well :s

5. Speak either france or germany fluently

6. Already get speciality, cardio for the first choice and neuro is considered.

7. I really wanna have some kind of travel agency someday after 30th. So I start to save more money before 30th hehe

8.  Do paralayang, parasailing!

9. PTT di tempat yang pantainya baguuuussss :D

10. Married. Yeah yeah the uterus has its own expired date, i think…

When your good isn’t good enough

Been an intern for 2 weeks and I think I got nothing but getting stressed. It feels like, I was chased to do this and that while myself trying to adapt with the whole new world. The things are like, accumulated, everything is just getting solid, asking me to have them done. Yeah yeah not that I will just leave them behind, it’s just… I don’t have solid and thick commisural fibers in my brain. I am terrible on doing things simultaneously. The whole new world itself already makes me kind of depressed (you have no idea how hard I start to sleep).

This internship things are never easy. I’m asking you, you, and you to understand even a bit. I never ask you to love my world. The world that I’m involved is sure as hell different from what you guys have. I am drifting in my own world, just give me the time to find a true solid phase to stand. It is a mean world out there, I gotta find where I’m going to settle. We are humans, right?

the best revenge

Some people say happiness is the best revenge. But sometimes it doesn’t mean you want to give a revenge. It’s just pretending. Pretending that you’re ok with the present, in fact you’re kinda creating circumstances like how it was with no considerations. You just wanna run. Running back to the fairy tale. You’re just growing in a fantasy. You are the fantasy.